Pro dan Kontra Penerapan VAR dalam Voli Modern. Teknologi Video Assistant Referee atau VAR kini semakin sering digunakan di pertandingan voli tingkat internasional dan liga-liga besar. Awalnya dikenal di sepak bola, sistem ini mulai diadopsi voli untuk meninjau ulang keputusan wasit pada momen krusial seperti bola menyentuh garis, touch net, blok out, atau kesalahan rotasi. Penerapan VAR membawa harapan besar untuk meningkatkan akurasi dan fair play, tetapi juga memunculkan perdebatan sengit di kalangan pemain, pelatih, serta penggemar. Di satu sisi, teknologi ini dianggap langkah maju menuju keadilan, di sisi lain, banyak yang khawatir ia mengganggu ritme permainan yang seharusnya cepat dan dinamis. Perdebatan ini semakin relevan seiring semakin banyak turnamen yang menguji VAR dalam beberapa musim terakhir. INFO GAME
Keunggulan VAR dalam Meningkatkan Akurasi Keputusan: Pro dan Kontra Penerapan VAR dalam Voli Modern
Salah satu kelebihan utama VAR adalah kemampuannya mengoreksi kesalahan wasit yang sulit dihindari di lapangan. Dalam kecepatan voli, bola yang menyentuh garis luar atau sentuhan jaring yang sangat tipis sering kali hanya terlihat jelas melalui tayangan lambat dan sudut kamera ganda. VAR memungkinkan tinjauan ulang dalam hitungan detik, sehingga keputusan akhir lebih akurat dan mengurangi kontroversi pasca-pertandingan. Dalam beberapa laga besar belakangan, VAR berhasil membalikkan poin krusial yang awalnya salah dinilai, sehingga tim yang benar-benar berhak mendapatkan poin tidak lagi dirugikan. Selain itu, kehadiran VAR menciptakan efek pencegahan: pemain menjadi lebih hati-hati karena tahu setiap gerakan bisa ditinjau ulang, sehingga upaya sengaja menyentuh jaring atau blok ilegal semakin jarang. Fair play meningkat karena semua pihak merasa pertandingan berjalan dengan keadilan yang lebih tinggi, dan kepercayaan terhadap wasit juga bertambah seiring keputusan didasarkan pada bukti visual jelas.
Kekhawatiran atas Gangguan Ritme dan Alur Permainan: Pro dan Kontra Penerapan VAR dalam Voli Modern
Di sisi lain, penerapan VAR menuai banyak kritik karena potensi mengganggu ritme pertandingan voli yang seharusnya cepat dan intens. Proses tinjauan yang memakan waktu—meski hanya beberapa detik—bisa memutus alur permainan, membuat pemain kehilangan momentum dan penonton merasa bosan. Beberapa pelatih berpendapat bahwa jeda tersebut mengubah dinamika psikologis tim, terutama saat set penentu di mana tekanan sangat tinggi. Ada juga kekhawatiran bahwa VAR membuat wasit lapangan terlalu bergantung pada teknologi, sehingga kemampuan pengambilan keputusan langsung menurun seiring waktu. Selain itu, tidak semua kompetisi memiliki fasilitas VAR yang sama—liga kecil atau turnamen regional sering kali tidak mampu menerapkannya, sehingga muncul ketidakadilan antara pertandingan yang menggunakan VAR dan yang tidak. Bagi penggemar tradisional, VAR dianggap menghilangkan elemen emosional dan spontanitas yang menjadi daya tarik voli.
Adaptasi dan Masa Depan Penggunaan VAR di Voli
Untuk mengatasi kritik tersebut, beberapa federasi mulai membatasi penggunaan VAR hanya pada momen tertentu seperti poin set point, match point, atau bola yang menyentuh garis, sehingga jeda tidak terlalu sering mengganggu. Protokol tinjauan juga terus disempurnakan agar proses lebih cepat, dengan wasit dilatih khusus untuk memutuskan kapan harus memanggil VAR dan bagaimana menjelaskan hasilnya secara singkat. Operator VAR di ruang kontrol kini bekerja lebih efisien berkat teknologi kamera yang semakin canggih dan sudut pandang yang lebih banyak. Dalam beberapa musim terakhir, tim yang awalnya menentang VAR mulai melihat manfaatnya, terutama ketika keputusan kontroversial berhasil dikoreksi dengan benar. Tren ini menunjukkan bahwa VAR kemungkinan akan menjadi standar permanen di voli tingkat elit, meski dengan penyesuaian agar tidak mengorbankan esensi permainan yang cepat dan dinamis.
Kesimpulan
Penerapan VAR dalam voli modern membawa pro dan kontra yang seimbang. Di satu sisi, teknologi ini meningkatkan akurasi keputusan, mengurangi kesalahan wasit, serta memperkuat fair play melalui pencegahan perilaku curang. Di sisi lain, tantangan seperti gangguan ritme, ketergantungan berlebih pada teknologi, serta ketidakmerataan penerapan masih menjadi isu yang perlu diselesaikan. Secara keseluruhan, manfaat VAR jauh lebih dominan terutama di kompetisi tinggi di mana setiap poin sangat berharga. Dengan protokol yang terus disempurnakan, VAR berpotensi menjadi bagian integral voli tanpa menghilangkan daya tarik olahraga ini. Bagi voli, kehadiran VAR bukan akhir dari permainan tradisional, melainkan langkah maju menuju keadilan yang lebih baik, transparansi lebih tinggi, serta pengalaman yang lebih adil bagi semua pihak yang terlibat.